Harry Tanoe Dukung Jokowi? Dia insyaf atau tersesat? - sekadar ngeblog...
Harry Tanoe Dukung Jokowi? Dia insyaf atau tersesat?

Harry Tanoe Dukung Jokowi? Dia insyaf atau tersesat?

Share This

Harry Tanoe Dukung Jokowi? Apakah dia sudah insyaf atau bahkan justru tersesat? Memang bikin kaget jika mendengar Hary Tanoesoedibjo (HT) tiba-tiba memberikan dukungan kepada Joko Widodo pada pilpres 2019. Mengapa? Ya, karena selama ini, kita tahu bahwa HT cenderung bersuara keras terhadap pemeritahan Jokowi.

Dan, bukan itu saja. Sebelum mendirikan Perindo, HT merupakan "pemegang saham"  Partai Nasdem dan Hanura, yang keduanya merupakan pendukung setia Jokowi. HT mengundurkan diri dari kedua partai tersebut juga karena ketidaksepahaman dengan Surya Paloh dan Wiranto. Jadi, pendirian Perindo memang ditujukan untuk "berbeda" dengan partai-partai pendukung Jokowi.

Lalu, apa yang membuat HT berbalik arah, dan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019, bukankah seharusnya HT lebih mendukung Prabowo Subianto, rekan politiknya selama ini? Ada apa?
Ditelusuri ke belakang, memang ada persoalan hukum yang membelit HT, tentunya ada ancaman penjara. Apakah mendekatnya HT ke Jokowi adah upaya untuk meng-SP3kan kasusnya itu? Entahlah? Apalagi, Presidium Alumni 212 yang sebelumnya membela HT, tiba-tiba dihujani kritikan, bahkan oleh Habib Rizieq sendiri.

Ataukah  HT mencoba meniru gaya PAN..... deketin Jokowi, ...dapat sesuatu,...tapi secara politis tidak mendukung 100% kebijakan Jokowi... dengan dalil Pemerintahan Jokowi memang butuh dikritik :) 

Soalnya, jika Jokowi memaksakan PAN atau HT mengikutinya, maka artinya Jokowi tak mau dikritik, dan dalil bahwa Pemerintahan ini antikritik, anti-demokrasi, dll semakin dianggap nyata oleh masyarakat. Sambil menyelam, kan bisa minum air untuk sekadar menghilangkan dahaga.

Itulah HT,... Hanya Harry Tanoe yang mengetahui alasan menekati Jokowi. Insting bisnisnya cukup hebat. Dalam sekejap, HT bisa menguasai perusahaan-perusahaan yang dimiliki Keluarga Cendana.

Untuk insting politik? Siapa tahu!

Di dalam politik, tak ada teman abadi, yang ada adalah kepentingan abadi. Dengan teman,bisa saja terpisah. Tapi kalau punya kepentingan yang sama, sampai mati pun akan selalu bersama :)

sekadar berceloteh,...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Pages