Minggu, 02 Juli 2017

Memancing Ketenaran Pemusik via Internet


Justin Bieber - Ellentube.com
Internet membuka jalan masyarakat untuk mendulang rejeki secara online. Apakah mereka yang punya bisnis secara konvensional saja yang bisa menikmati bisnis lewat internet? Tidak juga. Mereka yang berbasis kerja individual pun punya kesempatan mendapatkan potensi rejeki secara online.

Kemampuan individual bisa menghasilkan bermacam produk. Baik itu produk yang tangible dan intangible. Produk yang ada wujud nya dan tidak berwujud. Tangible itu seperti orang buat pie susu, produk kuliner, kerajinan, dll. Intangible lebih ke produk kreatif seperti web design, logo, desain grafis, mencipta lagu, dan menyanyikannya.

Pokok bahasan kedepan adalah bagaimana memaksimalkan produk kreatif terutama musik bisa menjadi potensi rejeki di internet. Mari coba telusuri ke belakang siapa saja pemusik jaman sekarang yang dulunya berjuang populerkan kemampuannya melalui jalur internet.

Dari kancah musik internasional, adalah Justin Bieber menjadi sensasi di Amerika Serikat pada tahun 2009 setelah ditemukan oleh Scooter Braun melalui video kompetisi menyanyi lokal “Stratford Star” di Ontario yang dipublikasikan di YouTube oleh ibu Justin di tahun 2007, dimana Justin meraih peringkat kedua. Scooter Braun, seorang agen pencari bakat mempertemukan dengan Usher untuk audisi. Singel pertamanya yang berjudul “One Time”, diterbitkan secara serentak diseluruh dunia di tahun 2009, dan meduduki peringkat 30 besar di lebih dari 10 negara. Saat ini single itu meraih 400 juta pemirsa di Youtube.

Disusul berikutnya oleh Alyssa Bernal dengan video akustiknya di Youtube. Ada pula David Choi dan FunTwo, mereka gitaris dan penulis lagu dari Korea. Selain memukau pemirsa dengan suara dan lirik lagunya, ada pula yang tenar di Youtube melalui seni lypsinc parodi. Contoh yang fenomenal adalah Moymoy Palaboy. Cari judul Marimar atau langsung nama mereka di Youtube dan dijamin akan tertawa terpingkal. Mereka juga dikontrak oleh GMA Network’s Bubble Gang pada Juni 2008 karena bakat mereka dalam bernyanyi LipSync.



Bagaimana dengan Indonesia? Ada Isyana Sarasvati. Sebelum memulai karir profesionalnya sebagai penyanyi, sebenarnya Isyana Sarasvati sudah lebih dulu terkenal lewat sejumlah video cover di YouTube. Lewat permainan musik yang apik dan suaranya yang indah, penyanyi asal Bandung ini langsung menuai respon besar dari para penikmat musik Indonesia.

Disusul para pemusik Indonesia lainnya yang gunakan Youtube dan SoundCloud dalam merintis karirnya, diantaranya ada Teddy Adhitya, Danilla JPR, dan lain sebagainya. Ada juga Gamaliel & Audrey Tapiheru, dua orang kakak-beradik yang bersuara merdu ini sering membuat video cover menyanyikan lagu-lagu mancanegara dan meng-uploadnya di YouTube sejak tahun 2008, yang pada akhirnya meraih banyak penonton. Pada puncaknya tahun 2010, mereka dilirik Sony Music Indonesia dan membentuk grup vokal, GAC, bersama Cantika Abigail.



Fenomena diatas sudah cukup beri inspirasi bagi para pemusik tanah air untuk berjuang di jalur online. Gadget jaman sekarang minimal bisa fasilitasi produk kreatif itu tercipta. Menggunakan smartphone dan laptop ataupun camera tele yang bisa untuk merekam audio dan video, seharusnya bisa berkarya. Bisa juga berkolaborasi dengan teman yang hobi videography untuk hasilkan karya-karya musik yang menjual.

Anda seorang composer musik atau seorang DJ? Mencipta musik bisa dijual online. Promosikan kemampuan seni Anda melalui media sosial seperti facebook page, twitter, google+ dan tunjukkan karya Anda ke soundcloud, beatport.com, craiglist, myspace. Kemudian sebagai ajang diskusi, berkumpulah secara online dengan orang-orang pencipta lagu semisal di Facebook group Mahir Menulis Lagu.


sumber: BOC INDONESIA 



https://member.boc.co.id/aff.php?aff=2845


Tidak ada komentar:

Posting Komentar