Uang Pajak untuk Siapa? - sekadar ngeblog...
...baru kali ini saya sudah nyerahin SPT Tahunan ke kantor pajak. Beberapa tahun kemarin biasanya tanggal segini (24 Maret 2010) belum ngurus.

Pajak begitu mengikat, ada daya paksa di dalamnya, dimana sebagai wajib pajak, kita dipaksa membayarkan apa yang menjadi "kewajibanya" itu, meski kewajiban itu belum dibarengi dengan hak-hak yang wajib juga dilakukan Pemerintah.

Untuk sebagian (besar) rakyat, SPT Pajak begitu jadi momok. Hal ini lantaran masih banyaknya uang pajak yang menguap entah kemana,...katanya tiap tahun bisa sampai ratusan triliun rupiah. Jikalau uang pajak tidak menguap, mungkin rakyat di negeri ini lebih sejahtera,... gak perlu memikirkan uang sekolah anak-anaknya, atau biaya rumah sakit.

Sangat memuakkan memang, atas terbongkarnya mafia pajak belakangan ini. Kita seakan dipertontonkan sesuatu yang sebelumnya hanya ada di dalam ruang pertanyaan, "kemana saja uang pajak berlari jika rakyat di negeri ini masih dalam keadaan memperihatinkan?"

Bagi Anda yang sudah sejahtera mungkin tidak terlalu begitu mengkhawatirkan masa depan anak-anak Anda. Tapi bagi mereka yang belum sejahtera, yang jumlahnya justru mayoritas, tentu sepatutnya dipikirkan cara mengatasinya. Bayangkan, kalau dahulu menjadi dokter, insinyur, atau apa pun itu merupakan cita-cita yang selalu menjadi bahan perbincangan anak-anak Indonesia. Namun, kini sepertinya tak ada lagi cita-cita menjadi dokter di masyarakat kebanyakan karena untuk bisa berkuliah di kedokteran memerlukan biaya yang...duh gedenya. Bukan hanya itu, bahkan kalau bisa orang miskin pun  nggak boleh sakit lantaran biaya rumah sakit yang begitu besar, dan masih kurang pedulinya Pemerintah soal ini....

Emangnya uang pajak larinya kemana sih? Di Indonesia, yang memungut pajak adalah pihak yang juga menerima dan mengelolahnya, di sebagian negara antara penerima dan pengelola itu dari lembaga yang berbeda. Apa pun itu, kalau uang pajak itu lari pada arah yang benar, tentu manfaatnya akan semakin besar untuk kemakmuran negeri ini. Keberkahan akan turun, baik untuk masyarakatnya, pembayar pajaknya, juga untuk petugas pajaknya. Yuk,....cari yang halal untuk sesama :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Pages